Kamis, 20 Maret 2014

Dewan Prihatin Situs Budaya Terbengkalai

gampang-prawoto.blogspot.com







gampang-prawoto.blogspot.com
Laporan: Yuk Irdia

Bojonegoro - Terlantarnya peninggalan sejarah Bojonegoro menjadi perhatian tersendiri bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro. Seperti adanya situs-situs sejarah serta makam-makam mantan Bupati Bojonegoro yang kini terkesan tak terawat.

Menurut Wakil Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Nuswantoro, sebagai bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai sejarah. Namun, bagi Bojonegoro diakui sebagai daerah yang masih belum terlalu mempedulikan sejarah asli Bojonegoro. Hal ini tercermin dari beberapa makam mantan bupati Bojonegoro yang belum begitu diperhatikan.

Selanjutnya, tahun 2014 nanti diharapkan lebih fokus memperhatikan cagar budaya yang ada di Bojonegoro. Termasuk makam-makam mantan Bupati Bojonegoro. "Pemerintah harus lebih memperhatikan itu," kata Wakil Ketua Komisi C, Nuswantoro.

Maka, di tahun 2014 nanti dewan akan mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro agar lebih fokus memperhatikan cagar budaya yang dimiliki Kota Ledre ini. Bahkan, terkait anggaran pihaknya tidak mempermasalahkan untuk digelontorkan bagi  keberlangsungan sejarah Bojonegoro ini.

Tak hanya bagi makam mantan Bupati Bojonegoro, para tokoh pelaku sejarah yang berjasa bagi Bojonegoro juga perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah. Sehingga, dengan kaitan budaya asli Bojonegoro akan bisa menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Kota Ledre sebagai daerah wisata.

"Seperti adanya laporan yang masuk ke kami, bahwa di Balen ada makam tokoh yang  sempat menjadi usulan pemerintah desa agar ada perhatian dari pemerintah daerah," imbuh politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Sehingga, saat ini perlu dilakukan identifikasi situs-situs sejarah yang bisa menjadi potensi untuk dikembangkan menjadi situs peninggalan sejarah Bojonegoro. Dalam hal ini Disbudpar diharapkan bekerja keras dalam upaya penyelamatan cagar budaya ini.

"Jangan sampai orang Bojonegoro melupakan sejarah daerahnya sendiri. Sebab, saat ini saya yakin banyak yang tidak tahu sejarah Bojonegoro itu sendiri," imbuhnya. [yk/nid]

gampang-prawoto.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar