Minggu, 21 Juli 2013

Hitler bersembunyi di Indonesia sejak 1954 sampai 1970, meninggal di Surabaya.

gampang-prawoto.blogspot.com


Kontroversi tentang kematian Sang Fuhrer Jerman sampai saat ini masih diliputi dengan misteri, sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung secara konkrit akan kisah sang pemimpin nazi ini bagaimana akhir hayat dan di manakah dikuburkannya.
Selama ini informasi yang didapat bahwa Hitler meninggal di sebuah bunker di Berlin Jerman pada saat perang dunia ke II dengan cara bunuh diri. Ada yang menyatakan bunuh diri dengan menmbak kepalanya sendiri dan versi lain bunuh diri dengan cara meminim racun sianida. Namun dari hasil otopsi pihak Amerika dengan tes DNA bahwa tengkorak kepala yang di duga jasad Hitler ternyata tengkorak wanita.

Timbul pertanyaan asebenarnya kapan dan di manakah Hitler minggal? apakah benar Hitler tewas bunuh diri pada perang dunia ke II? Kejanggalan tersebut membuat sebagian orang menjadi penasaran dengan kisah legenda Jerman ini.
Konon katanya Hitler itu tidak meninggal di bunker Berlin tapi kabur ke Indonesia dengan menyamar sebagai seorang dokter. Cerita ini di kisahkan oleh seorang dr Sosrohusodo, dokter lulusan Universitas Indonesia yang pernah bertugas di kapal yang dijadikan rumah sakit bernama ‘Hope’ di Sumbawa Besar. 
Hitler bersembunyi di Indonesia sejak 1954 sampai 1970 dengan menggunakan nama samaran dr Poch. dr Poch tinggal di Dompu lalu pindah ke Bima, selanjutnya pindah ke Kabupaten Sumbawa Besar, kemudian bekerja menjadi dokter di Rumah Sakit Umum Kabupaten Sumbawa Besar. dokter tersebut tak bisa berjalan normal, dia selalu menyeret kaki kirinya ketika berjalan.Seluruh penduduk pulau Sumbawa kenal dengan dokter ini, yang di panggil dengan julukan “dokter Jerman”. Dr Poch bertemu dengan gadis sunda bernama Sulaesih yang sedang mengembara dan menikahinya. Dr Poch meninggal di Surabaya danadi makamkan di Ngagel.

Ini hanyalah salah satu kisah seorang dr dari Jerman yang dikait-kaitkan dengan Sang Fuhrer Nazi yang terkenal itu. Benar tidaknya wallahu’alam. Kematian Hitler di bunker Berlin itu tetap masih misteri karena peristiwa pada saat itu tiak ada saksinya hanya cerita dari mulut ke mulut saja.
Jadi, tidak menutup kemungkinan Hitler meninggal di Indonesia. Bisa iya dan bisa tidak…Harian Pikiran Rakyat pada tahun 1983 terdapat sebuah artikel tentang Hitler
Wassalam

Sabtu, 13 Juli 2013

Antologi Puisi Religi "ZIARAH BATIN"


gampang-prawoto.blogspot.com




ANTOLOGI PUISI RELIGI “ZIARAH BATIN”
BERSAMA 111 PENULIS SANGGAR KEMBANG LANGIT
 
UKURAN   : 14 x 20
HALAMAN  : 276 HALAMAN
ISBN     : 978-602-18294-2-4
PENERBIT : JavakarsaMedia, Yogyakarta
PRAKARSA : Sanggar Sastra Kembang Langit

ANTOLOGI PUISI RELIGI “ZIARAH BATIN”
PENULIS & JUDUL PUISI
• AANG FERRY NOVAHADI
    - Gelisahku Berlabuh Pada Sanubariku
    - Lorong Rumah Sakit

• ADY HARBOY
    - Syair Sedih - Bukan Fatwa

• AGHAN S PARMIN
    - Bersama Pagi Menjumput Cahaya – Ziarah Batin Ke makam Ibrahim
    -  Yaa Rabb

• ALIA HUSNAH
    - Sesal Sang Kerdil
    - Maha Karya Sang Maha Segala

• ALQIEZ YUME
    - Nyanyian Hari

• AMALIA KHUSNAINI
    - Fii Sabilillah – Asmara Tahajud
    - Berdirilah

• AMIR FA
    - Retak Jiwa
    - Di Pesisir Latee

• ANDHYKA TYAZ NUGRAHA
    - Padamu Aku Meminta
    - Pusara Kenangan

• ANDRI NOFANNDY
   -  Doa 2 – Doa 3
   -  Puisi Sepi Untuk Azza

• ANNISA NADYA PRATIWI
   -  Renungan Hamba

• ARSYAD INDRADI
    - Beri Aku Syafaat
    - Kembali ke Hakikat

• ARUL TSANI
    - Suaraku

• ARYA DWIPANGGA
    - Istighfar
    - Hidayah

• ASISTEN NEPTUNUS
    - Dia Dalam Rahasia

• ASRINING NURFAUZIE
    - Taubatku Menembus Dinding Waktu
    - Malam Penuh Dzikir

• BAMBANG IRIANTO
    - Ghibah
    - Tafakur

• BISIKAN MAWAR BIRU
    - Munajah Sepertiga Malam
    - Dinding Waktu

• BUNDA AYUDA
    - Di Ambang Fajar
    - Lentera

• BUNDA UMY
    - Pengharum Nafas Terakhir
    - RisalahNya

• BUNGA PENA HB
    - Sebelum Kamboja Berkidung Sunyi
-          Suara Angin Malam

• DARWIN BADARUDDIN
    - Tawaf
    - Sajak Kepada Iblis

• DEBU JALANAN
    - Embun Cinta
    - Maafkan Aku

• DEN CIPTO
    - Fitrah Tahajud
    - Surga Fana

• DIAH ROFIKA
    - Sang Waktu – Ketika DaunDaun Bertakbir
    - Waktu Kita Sudah Dekat

• DINDA AZZALEA
    - Menanti Cinta Suci – Bulir Kesabaran
    - Ampuni Dosaku

• EKA NURYANI
    - Kemarau

• EKA SAFRIA P.A -
   -  Memeluk Erat Doa-Doa
    - Kembali KepadaMu 1 – Kembali KepadaMu 2

• ELANG SANG
    - Makna Cinta Tak Sebatas Kata

• ELIS YUSNIAWATI
    - Mimpi Jauh – Pasrah
    - Alibi – Dzikir

• EMBOENG ARISHINTA PUTRA
    - Doa Sebelum Tidur
    - Anugrah Pagi

• ENDRI WIYANI
    - Tuhan

• ENI MAHDIYANI
    - Kuatkah
    - Satu Nama

• ENI RATNANINGSIH
    - Perjalanan Sebutir Pasir

• EUIS HERNI
    - Selendang Ilusi

• FAITH GRANDINE
    - Surat Dalam Botol

• FAJAR M. FITRAH
    - Sajak Kecil Buat Bapak – Sajak Kecil Buat Ibu – Sajak Kecil Buat Adinda

• FRAS TY
    - Mimpi Buruk

• GAMPANG PRAWOTO
    - Ziarah Akhir Tahun
    - Munajat

• GIA SETIAWATI MOKOBELA
    - Di Antara Samudera - Tentang Mentari
    - Rumah Muara Cinta

• GK. CAMIA ASSYIFA
    - Rindu Arafah

• HELIN SUPENTOEL
    - Kosong Melolong
    - Suluk Malam

• IMAM MIFTAH
    - Kubunuh Tuhanku
   - Sungai Airmata

• IMAM SOLIKHI
    - Kado Dari Tuhan Untuk Sepasang Doa & Usaha – Tobat Saat Sekarat – Balita Pintar – 4 Doa
    - Botol Terapung

• INDAH SUCI RAMADHANI
    - Jalan Pilihanku
    - Melukis Airmata Sujud

• IQBAL ARIEF
    - Rosul & Surat AN NASR
    - Doa Akhir Tahun

• IRFAN KEMPET
    - Dua Batang Kali Bening
    - Sebelanga Asa

• JOKO GESANG SANTOSO
    - Agama Ibu

• JUNAEDI HIDAYAT
    - Dia Yang Tahu

• KANG ADHIE
    - Kita Yang berdosa
    - Cinta Tuhan

• LAUH SUTAN KUSNANDAR
    - Doa
    - Ramadhan

• LIN HANA
    - Ambigu

• MAFTUHAH AS SA’DIYAH
    - Kiamat
    - Tasbih Bersujud – Tarian Cinta

• MARIO KSATRIA MISTERI
    - Diamlah Di DasarMu
    - Sayap Keangkuhan

• MASTORRO
    - Raison D’etre
    - Pendosa

• MAYANG SARI
    - Sebuah Lentera
    - Pada Akhir Taubat

• MELATI’S JINGGA
    - Mengulang Dosa – Berkawan Dosa
    - Semusim Dosa

• MOH. JAMALUDDIN
    - Nafsu Yang Terbunuh
    - Kau bilang

• MOHAMAD CHANDRA IRFAN
    - Surat
    - Kyai Haji Zainal Musthafa

• MUHAMMAD AULIA YUSRON
    - Apa Pasal Kau Cari?
    - Lilin

• MUHAMMAD IHSAN SULIS
    - Munajat 1 – Munajat 2
    - Tuhan, Jangan Yatimkan Aku

• MUNAWARAH VADZLY
    - Pemilik Rindu

• NAFEEZA AL-ANSYARY
    - Tuhan Jangan Biarkan Malam Hilang Dalam Pelukanku – Sajak Aku Dalam Kesendirian
    - Tahajud 3 - Tahajud 5

• NAJIBUL MAHBUB
    - Dzikir – Aku Eja Alif dan Ya’

• NAZRI Z. SYAH NAZAR
    - Aku Masih Punya Tuhan

• NI MADE RINA WIJAYANTI
    - Pahami Aku, Tuhan
    - Terimakasih

• NINA KIRANA
    - Melahirkanmu – Adalah Engkau
    - Sampan Sampan Doa 1 - Sampan Sampan Doa 2

• NIS JASMINE
    - Selaksa Doa

• NISHFI YANUAR
    - Jatuh Cinta Lagi
    - Tuhan, Ini Curhatku

• NOOR AISYA
    - Marhaban Rindu
    - Yusuf

• NOVY NOORHAYATI SYAHFIDA
    - Di Mana Kutulis NamaMu
    - Dalam Doa

• NUNIK TYAS
    - Episode Akan Berakhir
    - Gelisah di Ujung Ufuk

• NYIMAS HILMIYATI
    - Doaku
    - Gugur

• PALUNG JIWA SANG PUJANGGA LINDAWANI
    - Maut

• PEREMPUAN JINGGA SENJA
    - Senja Yang Membiru
    - Sorga Milik Kita

• PITA FITRIA
    - Denganmu
    - Wanita di Pemakaman

• PUTRI HAFIZAH AZZAHRA
    - Terlalu Cepat Berlalu
    - Mengharap Cahaya Hati

• R. ABDUL AZIS
    - Sandal Kayu Di Teras Langgar
    - Tangan Waktu

• RAFIQI KALARAS
    - Membaca Hujan
    - Diketuk Sunyi - Surat Kesekian Pada Yang Di Atas

• RD. KEDUM
    - Iqro’
    - Bergegas

• REYN ALDIE
    - Sujud Terakhirku - Ingatlah Mati

• SABAHUDDIN SENIN
    - Merayu Di Langitmu
    - Lanskap Sukma

• AMI’AN ADIB
    - Sembilan Sembilu
    - Pedang Waktu

• SARAH SALSABILA
    - Melepas kepergian

• SELENDANG SULAIMAN
    - Bibir Cinta Tuhan

• SELLA ROSDIO
    - Tuan Segala Tuan

• SIAMIR MARULAFAU
    - Senyum Menawan
    - Lingkaran Pelangi

• SINAGA SIKIDIW
    - Berpijak di Lantai Rumah Tuhan

• SOFIA ALFAJAR
    - Untukmu Calon Imamku
    - Ingin Pulang

• SPENK A-FENK
    - Aku Yang Tersesat - Sujudku

• STEVE AGUSTA
    - Menanam Sorga
    - Menemui Abba

• SUHERLINDA
    - Takut Pejamkan Mata

• SURAHMAN ABDULLAH
    - Nyaris Layu
    - Kuingin Mati Sepertimu

• SOETAN RADJO PAMOENTJAK
    - Makna Di Balik Tabir
    - Datang & Kembali

• SYAHRIAL MANDELIANG
    - Mendaki Bukit Sajak

• SYAKKY ZANKY
    - Doa Sang Hina Dina

• SYARIEF KAPAS
    - Refleksi Hujan
    - Jalan Berliku

• TAUFIQ HIDAYAT
    - Mi’raj Batin
    - Tangga Inabah

• TENGKU RINA
    - Menghitung Namamu, Kekasih
    - Cintaku Di Setiap Helai Nafas

• TUTI ANGGRAENI
    - Doa

• TRI OKTIANA
    - Petunjuk Nyata

• UKH TYAN
    - Kita Satu Tubuh

• UMAR FARUK FAZHAY
    - Antara Kaf Dan Nun
    - Mendung Duka

• UMMI RISSA
    - Sajak Malam
    - Seteguk Rindu

• WAHYUDI WAHYU
    - PadaMu ya Rabb
    - Senandung Akhir

• WARDANI ADI WINATA
    - Pengantin
    - Tentang Kematian

• WINDI HAZMY
    - Peta Hidup

• WIWIN PATMA DEWI
    - Melambunglah
    - Ramadhan

• WYAZ IBN SINENTANG
    - Di Atas Sajadah
    - Menyapa PagiMu

• YUSTI APRILINA
    - AdaMu
    - DemiMu

• ZAHRATON NAWRA
    - Memetik Pelangi

• QOMARUDDIN ASSA’ADAH
    - Bulan Pecah



Rabu, 03 Juli 2013

Antologi Puisi INDONESIA DALAM TITIK 13

gampang-prawoto.blogspot.com


Antologi "Indonesia dalam Titik 13"

sebuah antologi penyair lintas daerah indonesia....
Buku ini adalah sebuah buku kumpulan puisi lintas daerah yang digagas oleh Hadi Lempe dan Dewan Kesenian Kota Pekalongan. 

Tahun sebelumnya Dewan Kesenian Kota Pekalongan sudah menerbitkan Antologi105 yang bertepatan dengan hari jadi Kota Pekalongan. Buku Antologi 105 sendiri berisi karya-karya dari 105 penyair yang berdomisili dan mencintai kota Batik tersebut. Berhasilnya buku tersebut membuat sastra Pekalongan kembali menggeliat. Tahun ini sebuah project besar dengan menyertakan penyair-penyair luar Pekalongan diadakan. Ternyata animo peserta besar sehingga project ini lebih diperbesar lagi kapasitas kontributornya .Dibentuklah grup facebook untuk sumber informasi penggarapan project ini.

Pemanfaatan media sosial untuk project sastra seperti ini memang sangat tepat. Dalam jangka waktu sebulan saja sudah ratusan sastrawan dari berbagai daerah nusantara mengirimkan karyanya. Setelah melakuan proses editing yang panjang akhirnya buku ini selesai dengan indahnya. 250 Penyair telah menuangkan segala energi dan semangatnya dalam sastra. 2 dan 3 Maret pun menjadi hari penerbitan buku ini di gedung DPRD Pekalongan dan Tegal.

Hal yang sangat membanggakan dari buku ini adalah ketika keanekaragaman budaya, domisili, agama, suku, ras, dan berbagai perbedaan lainnya hilang dalam sebuah buku sastra. Semuanya bersatu dan melebur dalam puisi. Semoga project-project seperti ini tidak mati begitu saja ketika berbagai sekat kembali membatasi dan mengkotak-kotakkan nusantara.

Penulis: Sastrawan dari seluruh Indonesia.
size 15,5 x 23 cm; 
tebal buku 570 hlm; 
kertas isi Bookpaper 57gr.
Penerbit: Aswaja Jogja dan Dewan Kesenian Kota Pekalongan
terbit: 2 maret 2013

DAFTAR TERBARU NAMA NAMA PENYAIR YANG MASUK DALAM ANTOLOGI INDONESIA DALAM TITIK 13.

1. Achmad Sultoni, - Cilacap
2. AnggaHermawan - Pekalongan
3. A Rahman Al Hakim - Kalsel
4. Ayid Suyitno PS - Jakarta.
5. Gunawan Tri Atmodjo – Solo
6. HendrikEfriadi, - Banjarnegara
7. JhonFawerSiahaan - Tapanuli Utara
8. M. RaudahJambak, S. Pd – Medan
9. ShohifurRidhoIlahi, - Sumenep
10. SYARIFUDDIN ARIFIN – Padang
11. ThoniMukarrom - Tuban
12. Trilara– Bali
13. AyuEstika - Kebumen.
14. Wahyudi– Cirebon
15. DARYAT, S.Pd- Semarang Timur
16. SUMASNO HADI – Banjarmasin
17. PAGISYABANA – Purwokerto
18. IbuUun– Semarang
19. Jessica Permatasari- Yogyakarta.
20. AgungBumiParasetya – Indramayu
21. JinggaSenja - Minang
22. AmynChusen– Tuban
23. OSCAR AMRAN – Bogor
24. Ryan Rachman – Purbalingga
25. BunyaminFasya - Tasikmalaya
26. Abdul Salam HS - Serang-Banten
27. Anna Lestari - Tangerang
28. Anik Pemetik Bintang – Pekalongan
29. Santi Almufaroh – Jepara
30. Mubaqiabdullah - Tegal
31. DriyaWidiana MS–Semarang
32. Drs H Djawahir Muhammad, Mpd – Semarang
33. DARU MAHELDASWARA – Bantul
34. Ni Ketut Sri Budhi Dwi Marleni – Denpasar
35. Mario F Lawi, - Kupang, NTT
36. Moh Umar Alwi - Cirebon
37. Lukman Al Faris (Lulu Comal) – Pemalang
38. Abdillah Mubarak Nurin - Banjarmasin
39. Rezqie Muhammad AlFajar - Kalimantan Selatan
40. Riyan El Jameel - Purwokerto
41. Imam Safwan– Lombok
42. Kiki Sulistyo – Lombok
43. Wahyudi Abdurrahman Zaenal - Ketapang (Kalimantan Barat)
44. Januario Gonzaga - Kupang – NTT
45. Sulis Bambang - Semarang
46. Muhammad Musyaffa – Banyumas
47. Anwar Fahlevie - Jakarta Selatan
48. ARIF SAIFUDIN YUDITIRA – Klaten
49. GUNOTO SAPARIE – Kendal
50. NajibulMahbub – Pekalongan
51. INDRA KS – Banyumas
52. Wong agung utomo - Bekasi
53. Asro al Murthawy _ Jambi
54. F. Rizal Alief – Madura
55. Joseph A.S ( Arief Sudarmadi ) – Pekalongan
56. Julia Hartini – Bandung
57. YUSRAN ARIFIN – Tasikmalaya
58. Tulus Setiyadi – Madiun
59. Damar Krisetyo Wicaksono – Purworejo
60. Wahyudi Yuli – Cirebon
61. Adi Suhara – Jambi
62. Dimas Indianto S, - Brebes
63. SANG BAYANG – Semarang
64. Abdul Mahyuddin Djou – Kupang
65. Daniel Mamora - Depok, Jawa Barat
66. riswan hidayat
67. ABAH YOYOK – Banten
68. Syafrizal Sahrun - Deli Serdang, Prov. Sumatera Utara
69. Irfan M. Nugroho – Banyumas
70. Bagus Burham – Kudus
71. Hasan Bisri BFC – Pekalongan
72. Thoni Mukarrom I.A. - Tuban, Jawa Timur
73. Sulaiman Juned - Aceh
74. Muhammad Tajul Mafachir – Sudan
75. M. Entih Mundakir – Tegal, Jawa Tengah
76. Alif Raung Firdaus – Jember
77. Zilian Zahra – Pekalongan
78. Liswan Payub (Alex R. Nainggolan) - Tangerang Banten.
79. Muhammad Abil Arzaqi – Tirto
80. Bayu Firmansyah –Pekalongan
81. Dimas Arika Mihardja - Jambi
82. Septi Shinta Sunaryati – Yogyakarta
83. Unu D Bone – Kefamenanu
84. Eri Setiawan – Banjarnegara
85. M. Syamsul Ma’arif Ma’shum - Cirebon
86. Jack Efendi, (Ponadi Efendi Santoso) - Bekasi Selatan
87. Ekohm Abiyasa - Karanganyar, Solo
88. Umirah Ramata – Cirebon
89. Matroni Muserang - Yogyakarta
90. Nailul Authar - Aceh Timur
91. Ellie R. Noer/Eli Nurhalimah – Bandung
92. Luthfi, Bachtiar – Brebes
93. Ratu Ayu Neni Saputra – Cirebon
94. Ali Syamsudin Arsi - Banjarbaru, Prov. Kalsel
95. Asyari Muhammad - Jepara
96. Sri Sudarianti - Nusa Tenggara Barat
97. Zabidi Zay Lawanglangit – Bekasi, Jawa Barat
98. TUTUR KH – Cakung, Jakarta Timur
99. Khairul Umam – Sumenep Madura
100. ASRUL IRFANTO – Bojonegoro – Jawa Timur
101. Adila Hukmi - Pekalongan
102. ARIF HIDAYAT - Purbalingga Jawa Tengah
103. Budhi Setyawan – Bekasi, Jawa Barat
104. Windu Mandela - Sumedang
105. Moh. Ghufron Cholid – Madura
106. Arsyad Indradi - Kalimantan Selatan
107. yudhie yarcho
108. SLAMET RIYADI SABRAWI – Yogyakarta
109. Untung Sulistio Wardojo – Bandung
110. Danny Armando Firmansyah – Bandung
111. Muzammil Frasdia - Bangkalan
112. Hesti Sartika – Medan
113. R. ABDUL AZIS – Bandung
114. Gendut - Jakarta
115. Agustav Triono – Purwokerto
116. Udin Sape Bima – Bima
117. SUYITNO ETHEX – Mojokerto
118. Nuning Kusumaning palupi S E – Semarang
119. Imam Khanafi - Kudus
120. VIDDY AD DAERY – Lamongan
121. Adi Rosadi – Cianjur
122. Tandi Skober – Bandung
123. Hafney Maulana – Riau
124. M. Haryanto ( Emha Jayabrata) – Batang
125. Arafat Abdul Hadi Choliel ( Arafat AHC ) – Semarang
126. SUYADI SAN – Medan
127. Lailatul Kiptiyah – Blitar
128. Abdurrahman El Husaini - Kalimanan Tengah
129. Surya hardi - Pekanbaru-Riau
130. Zidni Arfia Rahman – Bandung
131. Mochamad Dikdik Ripaldi Aripianto – Bandung
132. Fendi Kachonk - Kabupaten Sumenep
133. Slem Reog - madura jawa timur
134. Ardian Je - Serang-Banten
135. DEDET SETIADI - Magelang
136. SUSILANING SETYAWATI (SUS . S. HARDJONO) – Sragen
137. Muhammad Izzuddin Syahid – Bogor
138. Utomo Soconingrat – Jambi
139. Rosiana (Oase Senja) – Kalimantan Selatan
140. Mac Gayoon – Sidoarjo Jawa Timur
141. Khalili – Sumenep
142. Arie Azhari Nasution – Medan
143. Sofyan RH. Zaid – Sumenep
144. Dasuki D.R. – Tangerang
145. Bagus Lumayung Jati - Kroya Cilacap
146. Betara Kawhie - Depok Sleman YK
147. HIMAS NUR – Semarang
148. RIAN IBAYANA – Ciwidey Bandung
149. Karisma Fahmi Y – Surakarta
150. Dudi Irawan – Palembang
151. KIDUNG PURNAMA - Ciamis Jawa Barat
152. Dyah Kencono Puspito Dewi – Bekasi
153. A.Ganjar Sudibyo – Semarang
154. Faizy Mahmoed Haly - Semarang
155. Wong Sae – Grobogan
156. Stheno Teumessia – Tasikmalaya
157. RIFAT KHAN - Lombok Timur, NTB.
158. Bening Kusumaningtiyas Az-zahra – Tasikmalaya
159. Asih prasetiyawat – Tegal
160. Nurochman Sudibyo YS – Tegal
161. SOBIH ADNAN – Cirebon
162. Diah Setyowati – Tegal
163. Wirasatriaji - Batang, Jawa Tengah
164. Idris Siregar - Sumatera Utara
165. Yogira Yogaswara – Bandung
166. FE Sutan Kayo – Jambi
167. MS Rahman – Cirebon
168. Selendang Sulaiman – Sumenep
169. Parlin Parline – Medan
170. Joshua Igho
171. Den Rasyidi Az (Muhammad Rasyidi) - Sumenep Madura
172. Jufri Zaituna – Madura
173. Dian Hartati – Bandung
174. Mahbub Junaedi - Brebes Jawa Tengah
175. Willy Asmara HW - PekalongaN
176. Ribut Achwandi - dipekalongan
177. Dwi Ery Santoso - Tegal.
178. Hadi Lempe – Pekalongan
179. Dhoni Zustiyantoro – Demak
180. Thata musyafa – Pekalongan
181. Bontot sukandar – Tegal
182. Ahmad Wayang - Serang-Banten
183. Seruni
184. Aldy Istanzia Wiguna – Bandung
185. ro'istiawan – Jepara
186. SRI WINTALA ACHMAD – Yogyakarta
187. Faozan Muhaimin - Tegal
188. En kurliadi - Madura,
189. Pujianto (Puji Pistols) - Pati.
190. Huponk – Pekalongan
191. Ullyl Ch – Pati
192. Hardho Sayoko - Madiun
193. Boedi Ismanto - Tegal
194. Arafat Abdul Hadi Choliel – Demak
195. Dedy Tri Riyadi - Jakarta.
196. Titi Sukarni – Cilacap
197. Lauh Sutan Kusnandar - Lombok Barat, NTB
198. Mohamad Baihaqi Alkawy – Lombok
199. ADRI SANDRA – Padang
200. Akhmad Taufiq - lamongan
201. Dewi Kelana – probolinggo
202. A’YAT KHALILI – Sumenep
203. Ummi Rissa - Bekasi
204. Rr.Metta.P.Wardhani - Bandung,
205. Yuyun Sujono – Surabaya
206. Citra D. Vrestri Trisna – Surabaya
207. Annisa Hidayat, - Taliwang
208. ratna ayu lestiani – pekalongan
209. Hufron Muda – Pekalongan
210. Muhammad Dihlyz. - Malang, Jawa Timur.
211. Gampang Prawoto, - Bojonegoro
212. M Taufan Musonip – Bekasi
213. Ayano Roise
214. Sutarno SK II – Jakarta
215. Eus Herni – Bandung
216. Fransiska - Semarang
217. Dinding Syair - Bekasi


Sabtu, 15 Juni 2013

PIDIO "Seruling Sunda"

gampang-prawoto.blogspot.com


SULING SUNDA

Swaramu.....

daklari saka pangrunguku
dakrungu ngelik-ngelik, sumilir
barengi angin kang nresep sajiwa

sliramu ana ing ngendi.....
dakluru sajroning rasa
rasa sing wis bacut pait
ngupadi swara ayu

katresnan iki ming lair
apa trusing batin
geneya jrononing rasaku
tansah teles kang aran kangen

kangenku bakal daksuntak
ing tanah priyangan
balung janur
anggonku branta, muga
antuk usada.


Bojonegoro, 22062013




https://www.facebook.com/photo.php?v=623003351052897&l=191395335164205310

Rabu, 12 Juni 2013

YAHUDI KETURUNAN JAWA



Yahudi keturunan jawa dan Atlantis yang masih menyimpan cetakbiru Atlantis pada diri mereka.
Kerajaan Atlantis adalah (Jawa sebagai  "puser bumi") sekarang Indonesia yang dulunya adalah satu pulau menyatu dengan daratan Asia. Banjir besar menyebabkan Benua Atlantis ini terpecah menjadi kurang lebih 17.000 pulau.
anda berkunjung ke situs resmi Israel misalnya di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : JAVA TEL AVIV/JAWA TEL AVIV, dan mahkota rabbi Yahudi yang menjadi imam Sinagog pake gambar rumah joglo Jawa. Dengan demikian Bani Israel adalah keturunan keturunan Jawa. Yang disebut Jawa adalah seluruh etnik nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum banjir besar, tapi cuma Bangsa Israel yang DNAnya masih menyimpan tehnologi Atlantis.

TABUT, Benda Misterius Yang paling dicari oleh bangsa Israel
Benda yang paling ditakuti pada masa Perjanjian Lama. Setidaknya begitulah gambarannya. keberadaanya dulu begitu kuat dan sangat berpengaruh terhadap bangsa Israel semenjak peristiwa exodus keluar dari Tanah Mesir. Namun, benda itu kini telah hilang ditelan masa, lenyap dari sejarah, dan tak ada yang tahu dimana letaknya sekarang. .


Dimulai dari Yerusalem, Kota yang mungkin terlalu suci bagi banyak orang. Di tengahnya terletak sebuah bukit bernama Gunung Moria, yang kini menjadi situs Dome of the Rock / Qubbah As-Sakhrah yang luar biasa. Selain Dome of the Rock, dikompleks tersebut (Al-Haram ash-Sharif) terdapat Masjidil Aqsha. Dari sini, Muhammad s.a.w dinaikan ke langit (Sidratul Muntaha) dalam peristiwa Mi’raj. Jauh Sebelum itu, Yesus/Isa a.s menyembuhkan orang buta dan sakit di sini, sehingga kaum Kristiani juga menyebutnya tanah suci.
1000 tahun sebelumnya, King Salomo/Sulaiman a.s membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda misterius yang disebut the Ark of the Covenant / Tabut perjanjian.

TABUT
Gambar di atas merupakan gambaran replika benda yang paling ditakuti pada masa Perjanjian Lama. Setidaknya begitulah gambarannya. keberadaanya dulu begitu kuat dan sangat berpengaruh terhadap bangsa Israel semenjak peristiwa exodus keluar dari Tanah Mesir. Namun, benda itu kini telah hilang ditelan masa, lenyap dari sejarah, dan tak ada yang tahu dimana letaknya sekarang.
Gunung moria



1000 tahun sebelumnya, King Salomo/Sulaiman a.s membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda misterius yang disebut the Ark of the Covenant / Tabut perjanjian.Gunung ini kini menjadi situs Dome of the Rock / Qubbah As-Sakhrah yang luar biasa.

Dome of  the Rock
Juga dikenal sebagai Kubbat as-Sakhra, Kubbet es Sakhra, “Mesjid Umar,” Qubbet el-Sakhra, Templum Domini


Dibangun di atas lokasi sebelumnya Bait Allah, Dome of the Rock didirikan oleh penguasa Muslim Abd el-Malik di 688-691. Karena situasi pada batuan dasar, gempa bumi banyak selama berabad-abad tidak menyebabkan kerusakan yang signifikan pada struktur (tidak seperti tetangganya Masjid Al Aqsa). Kuil ini ditutupi oleh kubah utama dari 691 sampai diganti dengan penutup berwarna emas pada awal tahun 1960. Karena karat, penutup aluminium anodized kembali pada tahun 1993 diganti dengan penutup emas.
Kubah udara Batu

                                Gambar dari Udara tampak dari  Timur
Dome dengan Mt. Zaitun

Mt. Zaitun menghadap Temple Mount dari timur dan memberikan gambaran tangis Yesus atas kota dari Mt. Zaitun (Lukas 19:41). Dari Kuil Gunung Yesus menyampaikan terkenal “7 kesengsaraan” terhadap orang-orang Farisi (Matius 23), mungkin menunjuk makam di Mt. Zaitun dalam wacana-Nya (ayat 27). Yesus kenaikan mungkin terjadi agak jauh di belakang menara Gereja Ortodoks Rusia.

Apa yang terjadi pada benda terpenting di perjanjian lama ini sehingga bisa lenyap begitu saja? Kisah Tabut itu berawal lebih dari 3000 tahun yang lalu. Seseorang memimpin 2 juta orang ke Gurun Sinai. Orang itu adalah Moses/Musa a.s yang memimpin kaumnya keluar dari perbudakan di Mesir. Tiga bulan mengembara setelah mukjizat terbelahnya laut merah, Ia membawa orang Israel ke Gunung Sinai. Tuhan akan melimpahkan hadiah yang belum pernah ada bagi umat manusia. Dari ratusan hukum yang ada di dalam Perjanjian Lama semuanya seolah diturunkan dari suatu tempat. Tapi tidak dengan 10 hukum besar yang dibawa Musa turun dari Gunung Sinai ini. Ada sepuluh perintah Allah yang diturunkan kepada Musa di Gunung Sinai, dan perintah-perintah itu tertulis pada dua loh batu. Musa juga membuat tempat/wadah yang digunakan untuk menyimpan sepuluh perintah Allah yang disampaikan kepadanya di Gunung Sinai ,yaitu apa yang kita sebut sebagai Tabut Perjanjian.
Tabut itu berfungsi sebagai sambungan langsung bagi Musa pada Tuhan. Akan muncul awan cerah diatas tutup emas di antara kerubim itu saat Tuhan ingin menyampaikan sesuatu pada hamba-Nya. Tuhan memerintahkan hanya pendeta dari suku Lewi yang bisa membawanya. Berat tabut itu mungkin beberapa ratus pon, tapi menurut legenda ia bisa terangkat sendiri walaupun tidak ada seorangpun yang mengangkatnya.

Tidak ada seorangpun, bahkan pendeta Lewi yang boleh menatapnya. Jadi, mereka selalu menutupinya dengan kain biru dan kulit binatang. Sejak awal, tabut itu sudah menampakkan sisi berbahaya. Beberapa hari kemudian, dua keponakan Musa mencoba memberikan persembahan kepada Tabut itu dan keduanya langsung mati terbakar. Menurut legenda, kerubim itu memercik tanpa henti, menghanguskan orang dan benda yang menyentuhnya. Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40 tahun lama-nya selama mereka mengembara dan berperang. Bersama tabut itu, orang Israel mampu menaklukkan tanah yang dijanjikan.

Benda ini mengandung kekuatan dan kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut cerita dalam Alkitab Yahudi, tabut itu dibawa di depan pasukan dalam setiap pertempuran, tiap pertempuran selama penaklukkan orang Israel akan tanah Kanaan. Ia terus menerus dibawa dalam perang agar musuh dapat terkalahkan dan Tabut itu akan selalu berada di garis depan. Ada catatan luar biasa bahwa tabut itu terangkat dari tanah dan terbang menuju kearah musuh sambil mengeluarkan suara-suara erangan.
Satu orang malang bernama Uza, hanya berniat menstabilkan Tabut tersebut saat tampak goyah sewaktu diangkat oleh para pendeta Lewi, dan ia langsung mati terbakar. sesudahnya, Musa memerintahkan agar dibuatkan kemah/tenda untuk meletakkan Tabut itu. Bukan untuk melindunginya dari orang, tapi justru sebaliknya.

Kemenangan militer pertama dan paling terkenal dari tabut itu yaitu runtuhnya tembok kota Yerikho/Jericho. Pendeta Lewi yang bertugas membawa Tabut, mengangkutnya mengitari kota bertembok itu sekali sehari selama 6 hari. Di hari ke-7, mereka berkeliling 7 kali dan menyuruh meniup sengkala. Seketika itu juga tembok kota itu pun runtuh.

300 tahun kemudian, Tabut itu meninggalkan orang Israel dan dampaknya sangat buruk bagi mereka. Saat pendeta tinggi mengabaikan kewajiban kurban mereka , Tabut itu tak melindungi mereka dalam perang melawan orang Filistin. 30 ribu orang tewas dan orang Filistin mengambil tabut itu. Namun, tujuh bulan kemudian orang Filistin mengembalikannya. Wabah borok dan tikus merebak akibat Tabut itu.



Akhirnya, di bawah King David ( Daud a.s ), orang Israel bisa mengalahkan orang Filistin, lalu memenangkan pertahanan terakhir dari pihak lawan. Kemudian, Kota Yerusalem yang dijadikan ibukota. Tuhan menyuruh Daud mendirikan Bait Suci untuk menempatkan tabut tersebut, tapi puteranya Salomo/Sulaiman a.s yang mebangunnya. Karena kasus itu, Gunung Moria menjadi “titik tertinggi” di dalam kota tersebut.

Visi Salomo untuk Bait itu tak seperti yang pernah dilihat orang. Hanya kayu cedar dan batu terbaik yang dipakai untuk membuatnya, dan titik tertingginya menjulang hingga 20 lantai. Salomo berhutang besar untuk membangunnya, karenanya ia harus memberikan 20 desa terdepan untuk kerajaan tetangga. Setelah memeriksa masih berisi dua buah batu sepuluh perintah Allah yang tersimpan didalam Tabut, Salomo lalu menempatkannya di tengah-tengah Bait Suci Mahakudus. Hanya pendeta tinggi saja yang bisa mendekati dan memasuki ruang penyimpanan tersebut, itupun mereka harus masuk dengan menggunakan pakaian khusus sambil membakar dupa.

Lalu, bagaimana benda penting yang berisi kehadiran Allah bisa lenyap begitu saja? Sekarang, di manakah tabut itu berada? itulah teka-teki terbesarnya .
Banyak orang masih mencari tabut tersebut hingga saat ini, dan itu dimulai dari Bait Suci yang dibangun Salomo sebagai tempat untuk menyimpan Tabut. Tapi kini, tak ada satupun artifak atau batu yang menunjukkan di mana tepatnya tabut itu berdiri di Bukit Bait Suci Yerusalem. Tembok ratapan yang terkenal, mungkin sekarang merupakan situs suci Yahudi yang berharga. Tembok ini adalah merupakan sisa-sisa Bait Suci kedua yang dibangun berabad-abad setelah tabut itu lenyap. Sebagian penyembah di sini menunggu saatnya penghuni Bukit Bait Suci Dome of the Rock milik Islam hancur. Dan Bait Suci Yahudi ke-3 akan didirikan di tempat tersebut.






Inilah salah satu faktor yang menimbulkan perselisihan hebat tanpa henti antara Israel dan Palestina hingga sekarang.


Menurut Perjanijian Lama, Tabut itu ditempatkan disana sekitar 955 SM. Tapi, sekitar tahun 620 SM rujukan tentang artifak terpenting dalam agama Yahudi ini berhenti. Lenyap begitu saja dari sejarah. Hanya satu hal saja yang jelas, krisis sebesar bencara internal maupun eksternal yang bisa mengeluarkan Tabut itu dari Bait Suci. Krisis pertama yang sesuai dengan hal ini adalah serangan Fir’aun Mesir bernama Shishak, beberapa puluh tahun setelah Bait itu dibangun. Sekenario Shishak inilah yang mengilhami petualangan Indiana Jones di Mesir dalam film Indiana Jones : Raiders of the Lost Ark.

Sumber-sumber Mesir menegaskan bahwa Fir’aun bernama Sheshonq yang menyerang Israel sekitar tahun 1000 SM, dan membawa banyak harta ke Tanis. Tentu saja pahlawan kita, Indiana Jones menemukan tabut itu di sana sambil dikejar-kejar oleh tentara NAZI. Tapi sayang bagi para penggemar Stephen Spielberg, agaknya jelas Sheshonq tak pernah menguasai kota Yerusalem. Karena Ia hanya cukup puas dikirimi setumpuk harta dan upeti agar tidak menyerang Yerusalem. Apakah yang disebut sebagai harta dan upeti itu adalah tabut perjanjian? berapa besar kemungkinannya?



Jawabannya sederhana saja, yaitu tidak. Mustahil mereka sukarela menyerahkan benda tersucinya. Lebih jauh lagi, rujukan bahwa tabut itu masih berada di Bait Suci waktu Paskah Yahudi di masa pemerintahan Hosea sekitar tahun 620 SM. Tapi 30 tahun kemudian, tahun 587 SM, muncul krisis yang menurut banyak cendekiawan menjelaskan hilangnya tabut tersebut. Kota dan Bait Sucinya diduduki dan dijarah orang Babilonia dipimpin oleh raja terkenal Nebukadnezar. Nampaknya tabut itu dibawa oleh para tentara Babilonia. Tapi tunggu dulu, orang Babilonia adalah birokrat dan pencatat yang sangat ahli dan mereka mencatat terperinci segala hal yang diambil dari Bait Suci.
Satu benda yang jelas tak tercatat yaitu Tabut Perjanjian, benda utama di Bait Suci. Orang Babilonia tak mencatatkannya diantara barang-barang jarahan karena benda itu sudah tidak ada disana.

Tabut itu dibuat sangat spesifik, berwujud peti kayu dengan panjang 1,2 meter, lebar 61 cm, dan tinggi 61 cm. Terbuat dari kayu keras yang disebut akasia, bagian luar dan dalamnya disepuh dengan emas murni. Di sudut-sudut tabut harus ada 4 cincin emas, dimana kayu pengusung yang juga disepuh dengan emas dapat dimasukkan untuk membawa Tabut tersebut. Tutupnya yang juga disebut sebagai “tumpuan kaki tuhan” harus juga terbuat dari emas murni, dimana Patung Mailakat bersayap emas (kerubim) juga diletakkan di ujung-ujung atasnya dan saling berhadapan.



Alasan Israel mencari benda ini:

Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40 tahun lama-nya selama mereka mengembara dan berperang. 
Bersama tabut itu, orang Israel mampu menaklukkan tanah yang dijanjikan. 
Benda ini mengandung kekuatan dan kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut cerita dalam Alkitab Yahudi, tabut itu dibawa di depan pasukan dalam setiap pertempuran, tiap pertempuran selama penaklukkan orang Israel akan tanah Kanaan. Ia terus menerus dibawa dalam perang agar musuh dapat terkalahkan dan Tabut itu akan selalu berada di garis depan.



Namun pada Route of the Exodus 300 tahun kemudian, Tabut itu meninggalkan orang Israel dan dampaknya sangat buruk bagi mereka. Saat pendeta tinggi mengabaikan kewajiban kurban mereka , Tabut itu tak melindungi mereka dalam perang melawan orang Filistin. 30 ribu orang tewas dan orang Filistin mengambil tabut itu. Namun, tujuh bulan kemudian orang Filistin mengembalikannya. Wabah borok dan tikus merebak akibat Tabut itu. Akhirnya, di bawah King David ( Daud a.s ), orang Israel bisa mengalahkan orang Filistin, lalu memenangkan pertahanan terakhir dari pihak lawan.

Kemudian, Kota Yerusalem yang dijadikan ibukota. Tuhan menyuruh Daud mendirikan Bait Suci untuk menempatkan tabut tersebut, tapi puteranya Salomo/Sulaiman a.s yang mebangunnya. Karena kasus itu, Gunung Moria menjadi “titik tertinggi” di dalam kota tersebut. Visi Salomo untuk Bait itu tak seperti yang pernah dilihat orang.


Gereja Zion of Mary di Axum Utopia adalah dipercayaai tempat dimana Tabut tersebut disembunyikan:

Kini muncul lagi berita baru tentang letak tabut perjanjian ada di dalam masjid al aqsa, maka dari itu israel dengan sangat keras berupaya agar masjid al aqsa segera di ratakan.
alasanya adalah klasik, yaitu bahwa dalam masjid al aqsa di sinyalir menyimpan senjata pemusnah masal dan sebagai tempat bersembunyi pimpinan utama al -qaeda
yang dimaksud dengan haikal sulaiman adalah istana sulaiman yang di kira bangsa yahudi sebagai masjid al aqsa sekarang.
Majidil aqsha



“Taabut” dalam Alqur’an berarti “Kode Kerajaan”,kode ini disimpan oleh Nabi Daud AS.
dan diwariskan kepada Nabi Sulaiman AS, kode kerajaan tsb saat ini sudah berhasil dibuka dengan ditemukannya fakta baru bahwa “CANDI BOROBUDUR” sebenarnya adalah “TEMPLE OF SOLOMON” yang banyak menyimpan kode rahasia Kerajaan Sulaiman dan Ratu Saba.


Jawa: Candi Borobudur

Berikut ini adalah fakta2nya : FAKTA ini menyimpulkan bahwa YAHUDI itu adalah JAWA atau JEWS, coba tengok situs resmi Israel misalnya di Kantor Perdana Menteri Israel dan Kantor Kedubes Israel di seluruh dunia terpampang nama Ibukota Israel : JAVA TEL AVIV / JAWA TEL AVIV, dan MAHKOTA RABBI YAHUDI yang menjadi imam Sinagog pake gambar RUMAH JOGLO JAWA.

Dengan demikian apakah Bani Israel merasa menjadi keturunan Jawa ? Yang disebut Jawa adalah seluruh Etnik Nusantara yang dulunya penghuni Benua Atlantis sebelum dikirim banjir besar oleh Allah SWT, setelah banjir besar benua ini pecah menjadi 17.000 pulau yang sekarang disebut Indonesia, hanya beberapa etnik yang masih tersisa, selebihnya menjadi cikal bakal bangsa2 dunia antara lain bangsa India, Cina ( termasuk Jepang ), Eropa, Israel, Arab, dan Indian ( silahkan baca hasil penelitian Prof. Santos selama 30 tahun tentang Benua Atlantis terbitan Gramedia ).

Dalam bahasa Jawi Kuno, arti jawa adalah moral atau akhlaq, maka dalam percakapan sehari-hari apabila dikatakan seseorang dikatakan : “ora jowo” berarti “tidak punya akhlaq atau tidak punya sopan santun”,
sebutan jawa ini sejak dulunya dipakai untuk menyebut keseluruhan wilayah nusantara, penyebutan etnik2 sebagaimana berlaku saat ini adalah hasil taktik politik de vide et impera para penjajah. Sejak zaman Benua Atlantis, Jawa memang menjadi pusat peradaban karena dari bukti2 fosil manusia purba di seluruh dunia sebanyak 6 jenis fosil, 4 diantaranya ditemukan di Jawa yaitu Meganthropus Palaeojavanicus (Sangiran), Pithecanthropus Robustus,Pithecanthropus Erectus (Mojokerto), dan Homosapiens (Solo). Klik (ManusiaPurba Di Jawa)

H erectus 17
1.  Pithecanthropus Mojokerto (Jawa), yang kini berusia kira-kira 670,000 tahun
2.  Pithecanthropus Trinil (Jawa), kira-kira 600,000 tahun.
       3.  Manusia Wajak (Jawa), kira-kira 210,000 tahun.


Menurut “mitologi jawa” yang telah menjadi cerita turun temurun, bahwa asal usul bangsa Jawa adalah keturunan BRAHMA DAN DEWI SARASWATI dimana salah satu keturunannya yang sangat terkenal dikalangan Guru Hindustan (India) dan Guru Budha (Cina) adalah Bethara Guru Janabadra yang mengajarkan “ILMU KEJAWEN”. Sejatinya “Ilmu Kejawen” adalah “Ilmu Akhlaq” yang diajarkan Nabi Ibrahim AS yang disebut dalam Alqur’an “Millatu Ibrahim” dan disempurnakan oleh Nabi Muhammad SAW dalam wujud Alqur’an dengan “BAHASA ASLI (ARAB)”, dengan pernyataannya “tidaklah aku diutus, kecuali menyempurnakan akhlaq”.
 
Dalam buku kisah perjalanan Guru Hindustan di India maupun Guru Budha di Cina, mereka menyatakan sama2 belajar “Ilmu Kejawen” kepada Guru Janabadra dan mengembangkan “Ilmu Kejawen” ini dengan nama sesuai dengan asal mereka masing2, di India mereka namakan “Ajaran Hindu”, di Cina mereka namakan “Ajaran Budha”. Dalam sebuah riset terhadap kitab suci Hindu, Budha dan Alqur’an, ternyata tokoh BRAHMA sebenarnya adalah NABI IBRAHIM, sedang DEWI SARASWATI adalah DEWI SARAH yang menurunkan bangsa2 selain ARAB. 

Bukti lain bahwa Ajaran Budha berasal dari Jawa adalah adanya prasasti yang ditemukan di Candi2 Budha di Thailand maupun Kamboja yang menyatakan bahwa candi2 tsb dibangun dengan mendatangkan arsitek dan tukang2 dari Jawa, karena memang waktu itu orang Jawa dikenal sebagai bangsa tukang yang telah berhasil membangun “CANDI BOROBUDUR” sebagai salah satu keajaiban dunia.

 JAWA: Candi Boko
Ternyata berdasarkan hasil riset Lembaga Studi Islam dan Kepurbakalaan yang dipimpin oleh KH. Fahmi Basya, dosen Matematika Islam UIN Syarif Hidayatullah, bahwa sebenarnya “CANDI BOROBUDUR” adalah bangunan yang dibangun oleh “TENTARA NABI SULAIMAN” termasuk didalamnya dari kalangan bangsa Jin dan Setan yang disebut dalam Alqur’an sebagai “ARSY RATU SABA”, sejatinya PRINCE OF SABA atau “RATU BALQIS” adalah “RATU BOKO” yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Jawa, sementara patung2 di Candi Borobudur yang selama ini dikenal sebagai patung Budha, sejatinya adalah patung model bidadara dalam sorga yang menjadikan Nabi Sulaiman sebagai model dan berambut keriting. Dalam literatur Bani Israel dan Barat, bangsa Yahudi dikenal sebagai bangsa tukang dan berambut keriting, tetapi faktanya justru Suku Jawa yang menjadi bangsa tukang dan berambut keriting ( perhatikan patung Nabi Sulaiman di Candi Borobudur ).



Hasil riset tsb juga menyimpulkan bahwa “SUKU JAWA” disebut juga sebagai “BANI LUKMAN” karena menurut karakternya suku tsb sesuai dengan ajaran2 LUKMANUL HAKIM sebagaimana tertera dalam Alqur’an. Perlu diketahui bahwa satu2nya nabi yang termaktub dalam Alqur’an, yang menggunakan nama depan SU hanya Nabi Sulaiman dan negeri yang beliau wariskan ternyata diperintah oleh keturunannya yang juga bernama depan SU ( Sukarno, Suharto dan Susilo ) dan meninggalkan negeri bernama SLEMAN ATAU YERUSALEM di Jawa Tengah.

Nabi Sulaiman mewarisi kerajaan dari Nabi Daud yang dikatakan didalam Alqur’an dijadikan Khalifah di Bumi ( menjadi Penguasa Dunia dengan Benua Atlantis sebagai Pusat Peradabannya), Nabi Daud juga dikatakan raja yang mampu menaklukkan besi (membuat keris dan gamelan dengan tangan, beliau juga bersuara merdu) dan juga menaklukkan gunung hingga dikenal sebagai Raja Gunung.
Di Nusantara ini yang dikenal sebagai Raja Gunung adalah “SYAILENDRA” , menurut Dr. Daoed Yoesoef nama Syailendra berasal dari kata saila dan indra, saila = raja dan indra = gunung.
Dari fakta ini, bisa saja kita simpulkan bahwa suku2 di Nusantara ini adalah Bani Israel yang tetap beriman kepada Nabi Musa dan mendiami tanah yang dijanjikan (THE PROMISED OF LAND) yaitu Benua Atlantis yang sekarang disebut Indonesia, sedang Bani Israel yang berdiaspora ke seluruh dunia adalah mereka yang dikutuk oleh Allah karena mendustakan Nabi Musa AS.
Adapun Bani Israel yang sekarang menjajah Palestina sebenarnya Yahudi jadi2an, maksudnya Bani Israel dari suku ke 13 yaitu SUKU KAZAR, hasil kimpoi campur Bani Israel yang berdiaspora dengan penduduk lokal dan saat ini posisinya mayoritas.
Dimulai dari Yerusalem, Kota yang mungkin terlalu suci bagi banyak orang. Di tengahnya terletak sebuah bukit bernama Gunung Moria, yang kini menjadi situs Dome of the Rock / Qubbah As-Sakhrah yang luar biasa.

Selain Dome of the Rock, dikompleks tersebut (Al-Haram ash-Sharif) terdapat Masjidil Aqsha. Dari sini, Muhammad s.a.w dinaikan ke langit (Sidratul Muntaha) dalam peristiwa Mi’raj.
Jauh Sebelum itu, Yesus/Isa a.s menyembuhkan orang buta dan sakit di sini, sehingga kaum Kristiani juga menyebutnya tanah suci. 1000 tahun sebelumnya, King Salomo/Sulaiman a.s membangun bait aslinya di gunung ini untuk menyimpan benda misterius yang disebut the Ark of the Covenant / Tabut perjanjian.
Di masa itu, tempat ini adalah pusat dari agama Yahudi. Bagaimana tabut itu sampai disini dan bagaimana bisa lenyap dari sini? itulah teka-teki yang mengundang obsesi. Apa yang terjadi pada benda terpenting di perjanjian lama ini sehingga bisa lenyap begitu saja?

Kisah Tabut itu berawal lebih dari 3000 tahun yang lalu. Seseorang memimpin 2 juta orang ke Gurun Sinai. Ia butuh campur tangan Ilahi dalam skala yang luar biasa dan ia akan mendapatkannya. Orang itu adalah Moses/Musa a.s yang memimpin kaumnya keluar dari perbudakan di Mesir.

Tiga bulan mengembara setelah mukjizat terbelahnya laut merah, Ia membawa orang Israel ke Gunung Sinai. Tuhan akan melimpahkan hadiah yang belum pernah ada bagi umat manusia. Dari ratusan hukum yang ada di dalam Perjanjian Lama semuanya seolah diturunkan dari suatu tempat. Tapi tidak dengan 10 hukum besar yang dibawa Musa turun dari Gunung Sinai ini.

Ada sepuluh perintah Allah yang diturunkan kepada Musa di Gunung Sinai, dan perintah-perintah itu tertulis pada dua loh batu. Musa juga membuat tempat/wadah yang digunakan untuk menyimpan sepuluh perintah Allah yang disampaikan kepadanya di Gunung Sinai ,yaitu apa yang kita sebut sebagai Tabut Perjanjian. Tabut itu dibuat sangat spesifik, berwujud peti kayu dengan panjang 1,2 meter, lebar 61 cm, dan tinggi 61 cm. Terbuat dari kayu keras yang disebut akasia, bagian luar dan dalamnya disepuh dengan emas murni.
Di sudut-sudut tabut harus ada 4 cincin emas, dimana kayu pengusung yang juga disepuh dengan emas dapat dimasukkan untuk membawa Tabut tersebut. Tutupnya yang juga disebut sebagai “tumpuan kaki tuhan” harus juga terbuat dari emas murni, dimana Patung Mailakat bersayap emas (kerubim) juga diletakkan di ujung-ujung atasnya dan saling berhadapan.

Jarahan yang dibawa oleh tentara ROMA

Tabut itu berfungsi sebagai sambungan langsung bagi Musa pada Tuhan. Akan muncul awan cerah diatas tutup emas di antara kerubim itu saat Tuhan ingin menyampaikan sesuatu pada hamba-Nya. Tuhan memerintahkan hanya pendeta dari suku Lewi yang bisa membawanya. Berat tabut itu mungkin beberapa ratus pon, tapi menurut legenda ia bisa terangkat sendiri walaupun tidak ada seorangpun yang mengangkatnya.

Tidak ada seorangpun, bahkan pendeta Lewi yang boleh menatapnya. Jadi, mereka selalu menutupinya dengan kain biru dan kulit binatang. Sejak awal, tabut itu sudah menampakkan sisi berbahaya. Beberapa hari kemudian, dua keponakan Musa mencoba memberikan persembahan kepada Tabut itu dan keduanya langsung mati terbakar. Menurut legenda, kerubim itu memercik tanpa henti, menghanguskan orang dan benda yang menyentuhnya. Tabut itu mendampingi Kaum Israel 40 tahun lama-nya selama mereka mengembara dan berperang. Bersama tabut itu, orang Israel mampu menaklukkan tanah yang dijanjikan.

Benda ini mengandung kekuatan dan kepentingan yang tak terbayangkan. Menurut cerita dalam Alkitab Yahudi, tabut itu dibawa di depan pasukan dalam setiap pertempuran, tiap pertempuran selama penaklukkan orang Israel akan tanah Kanaan. Ia terus menerus dibawa dalam perang agar musuh dapat terkalahkan dan Tabut itu akan selalu berada di garis depan. Ada catatan luar biasa bahwa tabut itu terangkat dari tanah dan terbang menuju kearah musuh sambil mengeluarkan suara-suara erangan.
Satu orang malang bernama Uza, hanya berniat menstabilkan Tabut tersebut saat tampak goyah sewaktu diangkat oleh para pendeta Lewi, dan ia langsung mati terbakar. sesudahnya, Musa memerintahkan agar dibuatkan kemah/tenda untuk meletakkan Tabut itu. Bukan untuk melindunginya dari orang, tapi justru sebaliknya.

Kemenangan militer pertama dan paling terkenal dari tabut itu yaitu runtuhnya tembok kota Yerikho/Jericho. Pendeta Lewi yang bertugas membawa Tabut, mengangkutnya mengitari kota bertembok itu sekali sehari selama 6 hari. Di hari ke-7, mereka berkeliling 7 kali dan menyuruh meniup sengkala. Seketika itu juga tembok kota itu pun runtuh.
300 tahun kemudian, Tabut itu meninggalkan orang Israel dan dampaknya sangat buruk bagi mereka. Saat pendeta tinggi mengabaikan kewajiban kurban mereka , Tabut itu tak melindungi mereka dalam perang melawan orang Filistin. 30 ribu orang tewas dan orang Filistin mengambil tabut itu. Namun, tujuh bulan kemudian orang Filistin mengembalikannya. Wabah borok dan tikus merebak akibat Tabut itu.
Akhirnya, di bawah King David ( Daud a.s ), orang Israel bisa mengalahkan orang Filistin, lalu memenangkan pertahanan terakhir dari pihak lawan. Kemudian, Kota Yerusalem yang dijadikan ibukota. Tuhan menyuruh Daud mendirikan Bait Suci untuk menempatkan tabut tersebut, tapi puteranya Salomo/Sulaiman a.s yang mebangunnya. Karena kasus itu, Gunung Moria menjadi “titik tertinggi” di dalam kota tersebut.

Visi Salomo untuk Bait itu tak seperti yang pernah dilihat orang. Hanya kayu cedar dan batu terbaik yang dipakai untuk membuatnya, dan titik tertingginya menjulang hingga 20 lantai. Salomo berhutang besar untuk membangunnya, karenanya ia harus memberikan 20 desa terdepan untuk kerajaan tetangga. Setelah memeriksa masih berisi dua buah batu sepuluh perintah Allah yang tersimpan didalam Tabut, Salomo lalu menempatkannya di tengah-tengah Bait Suci Mahakudus. Hanya pendeta tinggi saja yang bisa mendekati dan memasuki ruang penyimpanan tersebut, itupun mereka harus masuk dengan menggunakan pakaian khusus sambil membakar dupa.
Lalu, bagaimana benda penting yang berisi kehadiran Allah bisa lenyap begitu saja? Sekarang, di manakah tabut itu berada? itulah teka-teki terbesarnya .
Banyak orang masih mencari tabut tersebut hingga saat ini, dan itu dimulai dari Bait Suci yang dibangun Salomo sebagai tempat untuk menyimpan Tabut. Tapi kini, tak ada satupun artifak atau batu yang menunjukkan di mana tepatnya tabut itu berdiri di Bukit Bait Suci Yerusalem. Tembok ratapan yang terkenal, mungkin sekarang merupakan situs suci Yahudi yang berharga. Tembok ini adalah merupakan sisa-sisa Bait Suci kedua yang dibangun berabad-abad setelah tabut itu lenyap. Sebagian penyembah di sini menunggu saatnya penghuni Bukit Bait Suci Dome of the Rock milik Islam hancur. Dan Bait Suci Yahudi ke-3 akan didirikan di tempat tersebut. Inilah salah satu faktor yang menimbulkan perselisihan hebat tanpa henti antara Israel dan Palestina hingga sekarang.

Menurut Perjanijian Lama, Tabut itu ditempatkan disana sekitar 955 SM. Tapi, sekitar tahun 620 SM rujukan tentang artifak terpenting dalam agama Yahudi ini berhenti. Lenyap begitu saja dari sejarah. Hanya satu hal saja yang jelas, krisis sebesar bencara internal maupun eksternal yang bisa mengeluarkan Tabut itu dari Bait Suci. Krisis pertama yang sesuai dengan hal ini adalah serangan Fir’aun Mesir bernama Shishak, beberapa puluh tahun setelah Bait itu dibangun. Sekenario Shishak inilah yang mengilhami petualangan Indiana Jones di Mesir dalam film Indiana Jones : Raiders of the Lost Ark.

Sumber-sumber Mesir menegaskan bahwa Fir’aun bernama Sheshonq yang menyerang Israel sekitar tahun 1000 SM, dan membawa banyak harta ke Tanis. Tentu saja pahlawan kita, Indiana Jones menemukan tabut itu di sana sambil dikejar-kejar oleh tentara NAZI. Tapi sayang bagi para penggemar Stephen Spielberg, agaknya jelas Sheshonq tak pernah menguasai kota Yerusalem. Karena Ia hanya cukup puas dikirimi setumpuk harta dan upeti agar tidak menyerang Yerusalem. Apakah yang disebut sebagai harta dan upeti itu adalah tabut perjanjian? berapa besar kemungkinannya?
Jawabannya sederhana saja, yaitu tidak. Mustahil mereka sukarela menyerahkan benda tersucinya. Lebih jauh lagi, rujukan bahwa tabut itu masih berada di Bait Suci waktu Paskah Yahudi di masa pemerintahan Hosea sekitar tahun 620 SM. Tapi 30 tahun kemudian, tahun 587 SM, muncul krisis yang menurut banyak cendekiawan menjelaskan hilangnya tabut tersebut. Kota dan Bait Sucinya diduduki dan dijarah orang Babilonia dipimpin oleh raja terkenal Nebukadnezar. Nampaknya tabut itu dibawa oleh para tentara Babilonia. Tapi tunggu dulu, orang Babilonia adalah birokrat dan pencatat yang sangat ahli dan mereka mencatat terperinci segala hal yang diambil dari Bait Suci. Satu benda yang jelas tak tercatat yaitu Tabut Perjanjian, benda utama di Bait Suci. Orang Babilonia tak mencatatkannya diantara barang-barang jarahan karena benda itu sudah tidak ada disana. Jadi, dimanakah tabut itu?
Mungkin tak ada seorangpun yang mengetahui dimana saat ini benda itu berada. Namun, ada harapan kritis bagi semua yang percaya bahwa Tabut itu masih ada di dunia dan belum hancur. Mungkin ada seseorang yang cukup cerdik menyelundupakan tabut itu keluar dari Bait sebelum bahaya menjadi krisis.


 
JAWA: Candi Prambana